10 Jenis Hewan Ini Cuma Ada di Antartika

  • Whatsapp
10 Jenis Hewan Ini Cuma Ada di Antartika

Menjadi benua paling dingin, tidak ada penduduk tetap yang tinggal di Antartika. Sekitar 1000 sampai 5000 orang hanya tinggal sementara saja disana. Meski manusia sulit untuk bisa tinggal disana, tidak dengan hewan. Ada banyak hewan yang memang bisa bertahan hidup di tempat dengan kondisi ekstrim seperti di Antartika. Ada 10 hewan yang dapat kalian temukan apabila kalian berkesempatan pergi ke Antartika. Berikut daftarnya.

10. Comb Jelly

comb jelly

Sejauh yang kita ketahui, ubur-ubur atau jellyfish biasa ditemukan di perairan yang hangat. Dan apabila membahas jenisnya, ada banyak sekali jenis ubur-ubur yang ada di dunia. Berbeda jenis, berbeda pula bentuk dan ukurannya. Belum lagi ada juga ubur-ubur yang dikenal memiliki sengatan mematikan yang bisa membunuh manusia seperti box jellyfish dan irukandji.

Di Antartika yang perairannya super dingin, ternyata ada satu ubur-ubur yang bisa bertahan hidup disana. Ubur-ubur tersebut disebut dengan comb jellies. Sama seperti ubur-ubur pada umumnya, mereka memiliki tubuh yang transparan dan tentakel panjang yang digunakan untuk menangkap hewan kecil. Meski terlihat menarik, jangan pernah coba untuk menarik atau menyentuhnya karena sengatannya diketahui sangat menyakitkan.

9. Emperor Penguin

emperor penguin

Bila dibandingkan dengan hewan lain yang ada di daftar ini, mungkin emperor penguin adalah hewan yang paling normal dan tidak aneh secara wujud. Yang lain memiliki wujud aneh seperti makhluk yang muncul di mimpi buruk anak-anak. Meski terlihat normal dan imut, emperor penguin bukanlah penguin biasa yang bisa dianggap remeh.

Apabila penguin pada umumnya berukuran 30-50 cm, emperor penguin bisa tumbuh hingga 1,3 meter. Itulah sebabnya dia disebut rajanya para penguin karena ukuran tubuhnya yang tinggi dan juga besar. Biasa ditemukan di area yang dingin, emperor penguin juga sering ditemukan di wilayah Antartika. Ketika musim kawin tiba, biasa penguin jenis ini memenuhi Antartika untuk kawin dan bertelur.

8. Icefish

icefish

Karena Antartika memiliki suhu yang sangat dingin, maka hewan-hewan yang ada disana harus berusaha keras untuk beradaptasi dengan keadaan lingkungan. Ikan sekalipun jadi harus berevolusi untuk bisa bertahan hidup. Dan karena itulah memunculkan satu jenis ikan yang disebut dengan icefish. Ikan satu ini dapat hidup di perairan Antartika yang dalam dan dingin.

Apabila ikan di luar perairan Antartika memiliki tubuh yang hangat, icefish justru memiliki tubuh yang sangat dingin. Hal ini dilakukan agar mereka tidak mati. Icefish tubuhnya menciptakan suatu protein khusus yang dinamakan dengan glycoprotein. Protein ini berfungsi sebagai anti beku supaya tidak ada es yang terbentuk di tubuh mereka. Kurangnya hemoglobin dalam darah membuat warna mereka putih dan transparan. Membuat mereka sangat mudah untuk berkamuflase.

7. Hoff Crab

hoff crab

Kepiting sudah menjadi salah satu makanan laut favorit seluruh orang di dunia. Salah satu jenisnya yang cukup populer adalah Giant Japanese Spider Crab. Kepiting satu ini dianggap sebagai kepiting terbesar yang ada di dunia. Ukurannya bisa mencapai 5,5 meter. Mengerikan? Masih belum, tunggu sampai kalian lihat yang namanya Hoff Crab.

Hoff Crab memang tidak memiliki ukuran sebesar Giant Japanese Spider Crab, ia hanya berukuran 15 cm saja. Dengan warna tubuh putih seperti yeti, ditambah dengan sekujur tubuhnya yang ditumbuhi dengan bulu halus persis seperti aktor Hollywood David Hasselhoff. Alasan banyak bulu di tubuhnya adlaah karena di tubuhnya terdapat banyak bakteri.

6. Sea Spider

sea spider

Bagi yang takut dengan laba-laba mungkin akan berpikir bagaimana caranya untuk pindah ke suatu tempat yang tidak ada laba-laba. Apabila kalian berpikir Antartika mungkin tempat yang aman dari laba-laba, ternyata tidak. Ada satu jenis laba-laba yang mampu bertahan hidup di suhu iklim ekstrim Antartika. Laba-laba itu adalah sea spider.

Sea spider atau yang dikenal dengan nama Pantopoda tinggal di dalam air Antartika yang sangat dingin. Ukurannya berkisar antara 1 mm sampai 70 cm. Bisa tumbuh sampai sebesar itu di suhu yang dingin dinamakan polar gigantism. Terjadi karena hewan tersebut harus beradaptasi dengan suhu lingkungan tempat tinggalnya.

5. Antarcturus Sp

antarcturus sp

Manusia dengan segala sumber daya yang ada tetap mengalami kesulitan untuk bisa mengeksplor tentang Antartika, terutama kehidupan yang berada di bawah permukaan air. Alasannya apalagi kalau bukan lokasi yang jauh dan suhunya yang berada di bawah 0 derajat Celcius. Maka itu sulit mencari informasi tentang hewan satu ini yang bernama Antarcturus sp.

Hewan ini tinggal di wilayah perairan Antartika yang dingin. Mereka adalah hewan isopod, ordo dari custacea dan termasuk dalam keluarga Antarcturidae. Tubuh mereka yang keras dan dilindungi duri kecil membuatnya sulit dimangsa predator. Antarcturus sp tinggal di spons dan karang. Menu utama dari makanan mereka adalah plankton.

4. Sea Pig

sea pig

Babi laut atau yang nama lainnya sea pig atau sea cucumber juga ditemukan hidup dengan damai di Antartika. Tidak hanya satu, sea pig ditemukan bertebaran di tepi pantai Antartika seperti sedang melakukan gathering. Tapi mereka akan tetap kembali lagi ke dasar laut apabila mereka sudah merasa cukup berada di darat.

Peran sea pig sangat berguna untuk menjaga kelestarian laut di Antartika. Makanan utama mereka adalah sampah laut, lumpur, dan tumbuhan yang telah mati. Membuat dasar laut menjadi bersih. Tidak jelas bagaimana cara mereka kawin dan berapa lama mereka hidup. Hanya saja, rasa mereka seperti bacon dengan racun yang berbahaya.

3. Glass Sponges

glass sponges

Karena lokasi hidupnya yang berbeda dengan kebanyakan spons laut lainnya, spons laut di Antartika memiliki bentuk dan komposisi yang berbeda pula. Glass sponge, dinamakan demikian karena tubuh mereka terbuat dari silica yang merupakan komponen dari kaca. Glass sponge ditemukan ketika bongkahan es yang ada di Antartika meleleh.

Semenjak kemunculan glass sponge, para ilmuwan langsung meneliti keberadaan hewan laut ini. Mereka mencari adanya kemungkinan glass sponge untuk menyerap karbon yang ada di lautan. Sempat mengira bahwa glass sponge tidak dapat bertambah tinggi, ternyata makhluk ini bisa tumbuh dengan cepat karena iklim yang berbeda.

2. Tardigrade

tardigrade

Bukan hal yang baru lagi bahwa tardigrade atau water bear bisa bertahan hidup di tempat yang ekstrim. Mau ditempatkan di tempat yang sangat panas, dingin, bahkan di luar angkasa sekalipun, mereka dapat bertahan. Makanya mereka pun ada ditemukan berenang dengan bebas di perairan dingin Antartika.

Mereka memiliki bentuk tubuh yang sangat kecil dan diklaim sebagai salah satu hewan tertua yang ada di Bumi. Kecil namun mereka memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa. Tubuh mereka sanggup mengeluarkan semua air dalam tubuh dan menggantinya dengan gula. Ini seperti mekanisme bertahan hidup yang mereka lakukan bila berada di wilayah yang ekstrim.

1. Antarctic Scale Worm (Eulagisca Gigantea)

antarctic scale worm

Cacing di darat kita sudah biasa melihatnya. Paling umum bentuknya adalah kecil, pendek, berlendir, dan biasa hidup di dalam tanah. Cacing yang ditemukan di Antartika tidaklah berbentuk demikian. Bentuknya jauh berbeda, seperti monster yang ada di film-film Hollywood. Dinamakan Antartic scale worm, ice worm, atau Eulagisca gigantea.

Seperti terlihat pada gambar, bentuk cacing es Antartika terlihat sangat mengerikan. Ditemukan di dasar laut yang dingin, Antarctic scale worm memiliki kisaran panjang 20 cm dan lebar 10 cm dan berbentuk flat atau pipih. Sisik yang menyelimuti tubuhnya disebut dengan elytra. Cacing ini memiliki kepala yang unik. Mirip seperti mulut yang bisa ditarik, diputar keluar, dan dilipat ke dalam tubuhnya sendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *