Ini 12 Kemungkinan Penyebab Seseorang Sering Mengalami Keringat Dingin

  • Whatsapp
keringat dingin

Penyebab keringat dingin bisa dikarenakan oleh beberapa hal. Munculnya keringat dingin terkadang merupakan sebuah tanda dari timbulnya stres mendadak dari fisik, psikologis, maupun kombinasi keduanya.

Melansir dari Medical News Today, saat ada tekanan atau stres secara fisik, mental, maupun kombinasi keduanya, umumnya tubuh secara alami merespons dengan berbagai reaksi seperti jantung berdetak lebih cepat dan muncul keringat dingin.

Keringat dingin disebut juga dengan hiperhidrosis sekunder, yang merupakan gejala dari sejumlah kondisi medis tertentu. Untuk itu, kita harus mengetahui apa saja penyebab keringat dingin dan cara mengatasinya. Berikut informasi selengkapnya dilansir dari doktersehat dan berbagai sumber:

Syok

Syok terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem atau cedera parah. Saat syok biasnaya organ tubuh tidak bisa menerima pasokan oksigen dan darah secara normal. Syok yang terlalu lama bisa menganggu kinerja organ vital dan bisa berakibat fatal.

Adapun gejala umum yang muncul akibat syok diantaranya, keringat dingin, kulit pucat, napas cepat, pusing, merasa lelah dan lemah, tekanan darah naik, stres, dan pupil mata membesar.

Merasa Cemas dan Stres

orang cemasMerasa stres dan cemas juga bisa memicu munculnya keringat dingin pada tubuh. Keringat dingin dapat menjadi gejala serangan panik, kecemasan sosial, dan kecemasan umum. Gejala lain dapat termasuk rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan, muntah, dan otot tegang.

Infeksi Virus dan Bakteri

Keringat dingin juga bisa disebabkan karena adanya infeksi virus dan bakteri di dalam tubuh. Virus atau bakteri yang menyerang tubuh bisa menimbulkan peradangan di dalam tubuh.

Saat bagian tubuh meradang, darah bisa menggumpal atau keluar dari pembuluh darah. Hal itu membuat organ tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen dengan optimal. Sehingga, keringat dingin akan keluar.

Nyeri Akibat Cedera

cedera tulang

Rasa sakit yang disebabkan oleh cedera, seperti patah tulang atau terkena di kepala, dapat menyebabkan keringat dingin. Reaksi ini mirip dengan cara syok dapat menyebabkan keringat karena organ tidak mendapatkan cukup oksigen.

Vertigo

Ilustrasi pusing

Vertigo merupakan kondisi dimana penderitanya merasakan pusing hingga merasa ruangan sekitar berputar atau bergerak. Penyebabnya biasanya karena masalah di telinga bagian dalam atau ada masalah di otak.

Mual, pusing vertigo, maupun migrain bisa menyebabkan seseorang mengeluarkan keringat dingin. Hal ini dikarenakan tubuh akan merespon rasa sakit.

Migrain

Selain vertigo, keringan dingin juga bisa muncul saat penderita mengalami migrain. Hal ini dikarenakan tubuh akan merespon rasa sakit sehingga mengeluarkan keringat dingin.

Migrain sendiri merupakan jenis sakit kepala yang dapat bertahan lama. Konsultasikan kepada dokter jika migrain yang Anda rasakan menggangu aktivitas sehari-hari.

Pingsan

Keringat dingin juga bisa muncul pada seseorang yang mengalami pingsan. Biasanya keringat dingin keluar sebelum atau setelah pingsan.

Pingsan sendiri terjadi karena pasokan oksigen ke otak terganggu yang disebabkan karena beberapa faktor seperti dehidrasi, kepanasan, oalahraga berlebihan, kelelahan, peredaran darah tidak lancar, dan lain sebagainya.

Hipoksia

Keringat dingin juga bisa muncul karena hipoksia. Hipoksia berarti tidak cukup oksigen yang masuk ke organ-organ dalam tubuh.

Kondisi ini bisa terjadi saat seseorang tidak menghirup oksigen yang cukup. Karena otak kekurangan oksigen maka tubuh akan merespon dengan munculnya keringat dingin.

Hipotensi

Ilustrasi tekanan darah

Penyebab keringat dingin selanjutnya ialah hipotensi. Hal ini terjadi ketika tekanan darah turun ke tingkat yang jauh lebih rendah dari biasanya. Hipotensi dapat menjadi serius ketika menyebabkan otak atau organ lain tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Gejala umum hipotensi lainnya meliputi pusing atau bingung, visi buram, pingsan, lelah, dan mual.

Hipoglikemia

Hipoglikemia

Keringat dingin juga bisa disebabkan karena hipoglikemia, yakni kondisi saat tubuh mengalami penurunan gula darah hingga dibawah tingkat normal.

Hal ini akan membuat tubuh bereaksi layaknya kekurangan oksigen. Kondisi ini merupakan risiko khusus bagi penderita diabetes. Bagi seseorang yang menderita diabetes, keringat yang banyak dapat menandakan hipoglikemia atau gula darah rendah.

Hyperhidrosis

Hyperhidrosis adalah nama lain untuk keringat berlebih. Kondisi ini memang bisa terjadi pada sebagian orang. Hyperhidrosis dapat terjadi ketika berkeringat karena olahraga atau panas, tetapi keringat dingin yang sering disertai hiperhidrosis juga dapat terjadi tanpa peringatan.

Menopause

Keringat dingin juga biasanya muncul sebagai tanda seseorang yang akan memasuki masa menopause. Menopause terjadi ketika keseimbangan dua hormon tubuh, estrogen dan progesteron, berubah secara dramatis dan siklus menstruasi berakhir. Seiring dengan hot flash yang tiba-tiba, keringat dingin adalah salah satu gejala fisik menopause yang paling mencolok.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *